Rayakan 30 Tahun Staccato Squad, Anton Gersang : Idealisme Saja Tidak Cukup

2 Mei 2024, 08:02 WIB

WONOGIRI,LOKAWARTA.COM-Nabila Putri Kirania (15) begitu apik dan percaya diri menyanyikan lagu Jenang Gula dalam perayaan hari ulang tahun sanggar seni Staccato Squad yang ke-30 di GOR Sinar Lestari Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Rabu (1/04/2024).

Tembang Jawa ciptaan Anjar Ani itu dinyanyikan dalam aransemen yang berbeda. Tembang kalem itu sedikit ditambahi irama yang menghentak, sehingga terdengar kekinian dan tidak jadul.

“Sejak kecil saya senang tembang jawa, terutama macapat. Tembang Jenang Gula ini emang dibuat beda (diaransemen beda) untuk ulang tahun ke 30 tahun Staccato Squad,” kata Nabila yang baru saja menyabet juara nasional lomba macapat.

Nabila adalah satu dari ratusan siswa sanggar Staccato Squad. Dia bergabung sejak usia 6 tahun sejak kelas 1 SD. Berbagai juara lomba nyanyi, terutama lagu jawa (tembang macapat), telah diraih. Dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Juara itu bukanlah sebatas memenangkan sebuah perlombaan. Lebih dari itu, juara yang sejati adalah kemenangan atas diri sendiri. Di mana kita bisa mengalahkan kemalasan, rasa tidak pervaya diri dan hal-hal buruk lain dalam diri kita,” jelas Antonius Pujianto, pendiri dan pemilik Staccato Squad, di sela perayaan acara.

IMG 20240502 075129

Ya, di usianya yang sudah tidak muda, Staccato Squad memang telah menjadi wadah bagi bakat-bakat seni sejak berdirinya pada tahun 1994. 

Didirikan dengan semangat dan idealisme oleh Anton Gersang, begitu dia akrab disapa, sanggar seni ini bukan hanya tentang mengejar keunggulan dalam seni, tetapi juga tentang mengembangkan mental yang kuat di atas panggung. 

Nama “Staccato” dalam dunia musik memiliki arti irama yang menghentak hentak. Dengan tambahan kata “Squad” yang berarti pasukan.

Sehingga, nama itu mencerminkan semangat yang ditanamkan pada setiap anggota, di mana mereka diajarkan untuk tidak takut menerima kritik, mengakui kelemahan, agar bisa diperbaiki ke depannya.

“Senjata utama seorang seniman di atas panggung adalah kekuatan mental. Suara indah yang dimiliki tidak hanya ditentukan oleh keahlian vokal, tetapi juga oleh kemampuan seseorang untuk mengendalikan diri dan menguasai penonton dengan keindahan suaranya,” imbuh Anton.

IMG 20240502 071021

Staccato Squad menjadi sarang bagi bakat-bakat terpendam, yang dengan bimbingan dari Anton Gersang mampu berkembang menjadi bintang-bintang seni yang bersinar terang.

Dan di usianya yang ke-30, Anton memiliki visi besar untuk masa depan Staccato Squad. Ia berkeinginan untuk membuka cabang-cabang baru di pelosok-pelosok Wonogiri.

Menjalankan filosofi Jawa bahwa orang makan jenang (bubur) itu dari tepinya, hal itu pula yang akan dilakukan oleh Anton Gersang untuk mengembangkan Staccato Squad.

“Ke depan saya akan jemput bola dengan menyisir pelosok-pelosok daerah, untuk mencari bakat-bakat terpendam yang bisa dikembangkan. Untuk itu saya berencana membuka cabang-cabang baru di berbagai tempat, agar dapat mendekatkan Staccato kepada anak-anak berbakat di daerah terpencil,” ungkapnya.

Bagi Anton, perayaan ulang tahun ke-30 Staccato Squad akan menjadi tonggak bersejarah, yang tidak hanya merayakan prestasi masa lalu, tetapi juga menandai komitmen untuk terus berkembang dan menginspirasi generasi mendatang. 

“Sejauh ini sudah ada kesepakatan dengan beberapa orang tua serta dinas pendidikan, yang nantinya akan mengundang kami untuk menjembatani anak-anak berbakat yang ada di pelosok, agar talentanya berkembang. Semoga akan semakin banyak bakat-bakat terpendam yang bisa tergali dengan apa yang kami lakukan,” pungkasnya.

Sementara itu, perayaan hari ulang tahun sanggar seni Staccato Squad yang ke-30 yang dihadiri ratusan siswa dan alumni sanggar dan orang tua di GOR Sinar Lestari Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, berlangsung meriah. Perayaan juga ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pembagian doorprize.

Para anggota sanggar dan alumni unjuk gigi menampilkan berbagai bakat seni yang mereka miliki. Mulai dari menyanyi, menari dan bahkan mendalang. Dalam kesempatan itu juga dibagikan piala, tidak hanya bagi para juara, tapi juga bagi semua anggota sanggar.(*)

Editor : Vladimir Langgeng
Sumber :

Artikel Terkait