5 Inovasi BPJS Surakarta, yang Ketiga : untuk Rujukan Rutin Cukup sekali, tak Perlu kembali ke Puskesmas

2 Juni 2023, 06:32 WIB

SOLO,LOKAWARTA.COM-BPJS Surakarta terus melakukan inovasi dalam mutu pelayanan kesehatan, seiring kemajuan teknologi. Terakhir, ada 5 inovasi yang dilakukan.

Inovasi itu disampaikan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial / BPJS Cabang Surakarta dokter Dyah Maryati, dalam media gathering, Senin (29/5/2023), yakni :

Pertama : Antrean Online terintegrasi Mobile JKN dan fasilitas kesehatan untuk memberikan kepastian layanan dan mengurangi antrean di fasilitas kesehatan.

Kedua : Display informasi jadwal operasi untuk memberikan kepastian pelayanan Dalam kesempatan itu dokter Dyah Maryati menyampaikan paparannya, terkait pencapaian UHC( Universal Health Coverge ) di wilayah kerjanya meliputi Surakarta, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen dan Wonogiri tidak lepas dari peran pemerintah daerah dan stakeholder terkait terhadap layanan kesehatan bagi warganya.

Ketiga : Simplifikasi Rujukan bagi Pasien Hemofilia dan Thalassemia Perpanjangan rujukan rutin dilakukan melaluI aplikasi V- Claim di rumah sakit. Sehingga peserta tidak perlu kembali ke FKTP (puskesmas/klinik) selama 90 hari ke depan untuk memperpanjang rujukan dan Iterasi Peresepan Obat kebijakan literasi obat bagi peserta JKN yang memiliki penyakit kronis dan Program Rujuk Balik (PRB).

Keempat: Automasi ketentuan pengkodean klaim INA CBG berdasarkan regulasi yang berlaku ke dalam aplikasi pengajuan klaim (V-Claim) milik BPJS Kesehatan yang berada di FKRTL guna meminimalkan potensi penolakan klaim karena ketidaksesuaian tata koding INA CBG selain itu juga memberikan simplifikasi dan kemudahan dalam memiliki identitas peserta yang dapat diakses melalui Mobile JKN berupa KIS Digital.

Kelima : Implementasi SEP Elektronik dengan validasi fingerprint yang telah di berlakukan di seluruh instalasi rawat jalan di FKRTL Sedangkan pada instalasi rawat inap mulai dikembangkan per 1 Maret 2023.

Dalam kesempatan itu, Dokter Dyah Maryati mengakui bahwa dalam menjalankan program, BPJS Kesehatan Surakarta menghadapi berbagai tantangan dalam pelayanannya.

BPJS Kesehatan Surakarta juga terus menggandeng pemerintah setempat, Stakeholder dan Media dalam memberikan dukungan kepada media dalam hal pengawasan dan sosialisasi, penyebaran informasi, pendidikan, dan persuasi.

Dalam peningkatan pelayanan administrasi kepesertaan BPJS Kesehatan Surakarta juga sudah melakukan aktivity kepada peserta.

“Seperti melalui mobil pojok service, pojok BPJS di Layanan Publik, dan Loket Prioritas di Kantor Cabang ( Lansia, Ibu Hamil, Dan Disabilitas),” ujar dokter Dyah Maryati.

Dokter Dyah Maryati juga menyampaikan paparan, terkait pencapaian UHC( Universal Health Coverge ) di wilayah kerjanya meliputi Surakarta, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen dan Wonogiri yang tidak lepas dari peran pemerintah daerah dan stakeholder terkait terhadap layanan kesehatan bagi warganya.

Berikut presentase pencapaian UHC di wilayah kerja BPJS Surakarta, Kota Surakarta 97,76 % dari jumlah penduduk 579.212 jiwa, Sukoharjo 92,28% dari jumlah penduduk 899.407 jiwa, Karanganyar 89,50% dari jumlah penduduk 936.492 jiwa, Sragen 84,85% dari jumlah penduduk 1.006.485 jiwa dan yang terakhir Wonogiri 82,07% dari jumlah penduduk 1.070.654 jiwa

Data pencapaian tersebut dilihat bagaimana penduduk memperoleh jaminan kesehatan yang diselenggarakan negara melalui BPJS, kami akan terus meningkatkan pelayanan dengan optimalisasi layanan kesehatan.

“Meliputi layanan kepesertaan, pemanfaatan sistem online dalam pelayanan kesehatan, serta pemanfaatan sistem pembayaran iuran berbagai channel non tunai,” ungkap Dyah.(*)

Editor : Vladimir Langgeng
Sumber :

Artikel Terkait