Stok Pupuk Bersubsidi Di Jateng-DIY dari Pupuk Indonesia Dua Kali Lipat, Ini Rinciannya

10 Februari 2023, 05:17 WIB

KLATEN,LOKAWARTA.COM-Kabar gembira bagi para petani di wilayah Jateng dan DIY di musim tanam awal tahun ini. PT Pupuk Indonesia menyediakan 124.853 ton pupuk bersubsidi untuk wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga 8 Maret 2023.

Persediaan pupuk bersubsidi tersebut, kata SVP Penjualan Wilayah Barat PT Pupuk Indonesia Agus Susanto, setara dengan 201 persen atau dua kali lipat dari ketentuan minimum yang diatur pemerintah. Stok tersebut terdiri dari pupuk Urea 74.929 ton dan NPK 15-10-12 (formulasi biasa) 49.924 ton.

“Persediaan pupuk Urea saat ini setara dengan 190 persen dari ketentuan minimum Pemerintah. Untuk NPK, stoknya lebih besar lagi, yakni 220 persen atau lebih dari dua kali lipat dari ketentuan minimum,” kata Agus Susanto ketika meninjau stok pupuk bersubsidi milik PT Pupuk Indonesia di Klaten, Kamis (9/2/2023).

“Persediaan kedua pupuk tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan petani di Jateng dan Yogyakarta selama tiga minggu kedepan. Ini sesuai Permendag Nomor 4 Tahun 2023” tandas Agus.

Agus mengatakan, hanya petani yang memenuhi persyaratan Peraturan Menteri Pertaniam / Permentan Nomer 10.Tahun 2022 yang bolah membeli pupuk bersubsidi yang didistribusikan PT Pupuk Indonesia.

Yakni, wajib tergabung dalam kelompok tani, terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian, menggarap lahan maksimal dua hektare, dan menggunakan Kartu Tani (untuk wilayah tertentu).

“Petani dapat menebus pupuk bersubsidi pada kios-kios resmi yang telah ditentukan untuk melayani kelompok tani setempat,” tandas Agus.

Lebih lanjut Agus mengatakan, untuk realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di daerah penjualan wilayah 3B (Jateng-DIY), hingga Rabu (8/2/2023), sebesar 128.195 ton, yang terdiri dari 77.327 ton pupuk Urea dan 50.868 ton pupuk NPK. Sehingga, total realisasi telah mencapai 10 persen dari alokasi sepanjang 2023, yaitu 1.242.911 ton.

Rinciannya, terdiri dari pupuk Urea 787.116 ton, NPK formulasi biasa 454.851 ton dan NPK Khusus Kakao 943 ton. Sedang realisasi untuk NPK Khusus Kakao masih belum ada, karena di wilayah Jateng-DIY belum memasuki musim pemupukan.

Sementara itu, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi oleh Pupuk Indonesia secara nasional hingga Rabu (8/2/2023), telah mencapai 810.338 ton atau 10 persen dari total alokasi tahun 2023 sebesar 7.856.951 ton. Rinciannya, Urea 493.924 ton, NPK formulasi biasa 314.184 ton dan NPK Khusus Kakao 2.230 ton.

Sesuai Permentan Nomer 10 Tahun 2022, ada sembilan komoditas yang mendapat pupuk bersubsidi. Yaitu padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kakao, dan kopi. Kesembilan komoditas ini merupakan pertanian strategis yang berdampak terhadap inflasi.(*)

Editor : Vladimir Langgeng
Sumber :

Artikel Terkait