Bicara Politik, Bicara Kekuasaan

6 September 2022, 17:23 WIB

LOKAWARTA.COM,KUDUS-Bicara politik memang tidak jauh dari kekuasaan. Meski begitu, Bupati Kudus Hartopo menuturkan, tujuan politik itu sebenarnya elegan.  Politik bisa dipandang sebagai komitmen antara pemerintah dan masyarakat untuk mencapai tujuan.
 
“Selama ini, mungkin sebagian masyarakat menganggap bahwa politik itu kejam. Padahal, politik punya tujuan mulia untuk memajukan Kabupaten Kudus,” kata bupati usai menyerahkan bantuan dana partai politik di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (6/9/2022).

Di tahap pertama, bantuan dana partai politik yang disalurkan senilai Rp 1,2 miliar untuk 10 partai politik. Yakni, PDIP, PAN, Partai Demokrat, Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Hanura, PKS, PKB, Partai Nasdem, dan PPP.

Lebih lanjut Bupati Kudus Hartopo mengatakan, pendidikan politik penting untuk masyarakat. Selain untuk mengubah pola pikir, juga untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Apalagi, jelang pelaksanaan Pemilu pada 2024 mendatang.

“Pendidikan politik itu penting agar masyarakat memahami tujuan utama dari politik yang mungkin selama ini memiliki persepsi cenderung negatif,” paparnya.

Meski begitu, Hartopo tak menampik bahwa para aktor politik terkadang menyalahgunakan kekuasaan. Salah satunya praktik politik uang untuk menarik pemilih. Dengan tegas, Hartopo mendukung pencegahan politik uang.

“Saya juga tak setuju adanya politik uang. Kepemimpinan selama lima tahun tidak boleh digadaikan dengan sejumlah uang. Masyarakat dan para aktor politik harus berkomitmen tidak ada politik uang,” tegasnya

Terkait bantuan keuangan untuk partai politik, Hartopo meminta agar penggunaannya mengedepankan asas transparansi. Dia meminta seluruh penggunaan dipertanggungjawabkan.

“Penggunaan bantuan keuangan harus transparan. Harus benar-benar sesuai tujuan awal peruntukkan bantuan,” imbuh Bupati Kudus Hartopo.

Ketua DPRD Kudus Masan meminta agar partai politik terus menjaga kedamaian suasana politik di Kabupaten Kudus. Sehingga tidak ada perselisihan yang akhirnya memecah belah masyarakat.(*)

Editor : Vladimir Langgeng
Sumber : Sumber : Kuduskab.go.id

Artikel Terkait