Cupu Manik Astagina Membawa Petaka

12 Juli 2022, 09:11 WIB

Puncta 12.07.22

RESI Gotama, dalam ceritera Ramayana, punya isteri cantik namanya Dewi Windradi. Ia adalah penjelmaan seorang bidadari.

Karena cintanya kepada Dewi Windradi, Dewa Surya memberinya pusaka Cupu Manik Astagina.”

Pusaka itu nanti harus diwariskan kepada anak sulungnya.

Mereka punya anak tiga; Dewi Anjani, Guwarsi, dan Guwarsa. Cupu manik diberikan kepada Anjani karena dia yang sulung.

Anjani sedang bermain-main dengan cupu yang sangat indah. Adik-adiknya ingin memiliki cupu juga. Mereka saling memperebutkan benda itu.

Resi Gotama marah, karena mereka bertengkar rebutan cupu itu. Ia mengambil cupu itu dan membuangnya ke telaga.

Resi Gotama mengutuk anak-anaknya kelak seperti kera wujudnya. Guwarsi dan Guwarsa mencebur ke telaga, mencari cupu. Anjani hanya membasuh mukanya saja di pinggir telaga.

Anehnya, setelah keluar dari telaga tubuh mereka berubah seperti kera. Sedangkan Anjani, hanya wajah dan tangannya yang berubah seperti kera.

Mereka minta kepada ayahnya untuk melepaskan kutukan. Guwarsi dan Guwarsa mengganti nama menjadi Subali dan Sugriwa.

Ayahnya menyuruh mereka bertapa agar terbebas dari kutukan. Anjani menjalani “tapa nyanthoka” yakni berendam di dalam telaga tanpa busana.

Subali “tapa ngalong” yaitu bergantung seperti kelelawar. Sugriwa “tapa ngidang” seperti kijang hanya makan rumput-rumputan.

Yesus mengecam atau mengutuk tiga kota yakni Khorazim, Betsaida, dan Kapernaum.

Mereka dikecam karena mereka tidak mau percaya kepada Yesus, utusan Tuhan.

Kendati Yesus banyak membuat mukjijat di Kapernaum, namun mereka tidak mau percaya.

Pertobatan tidak terjadi di kota-kota itu. Mereka hanya ingin melihat Yesus membuat mukjizat-mkujizat tetapi tidak mau berubah, berbalik kepada Allah.

Yesus mengutuk kota-kota itu.

Seperti Anjani, Subali dan Sugriwa itu harus menjalani tapa, agar kembali ke wujud semula, kita pun juga dituntut untuk bertobat jika ingin selamat.

Yesus menuntut pertobatan manusia.

“Celakalah engkau Khorazim. Celakalah engkau Betsaida. Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mukjizat-mukjizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.”

Yesus menuntut pertobatan jika kita ingin mengalami kasih Allah. Keselamatan hanya dapat dicapai jika manusia bertobat, kembali kepada Allah.

Kalau sakit minum obat, tak perlu berdebat.
Hanya dengan bertobat, hidup akan selamat.

Cawas, mari bertobat….

RD A Joko Purwanto Pr

Editor : Vladimir Langgeng
Sumber : sesawi.net

Artikel Terkait