Dua Kali Warga Kena Prank, Harga BBM Pertalite, Solar, hingga Pertamax Akhirnya Naik, WK WK WK…

4 September 2022, 09:16 WIB

LOKAWARTA.COM,KARANGANYAR-Harga Pertalite akhirnya naik juga, dari Rp 7.650 menjadi Rp 10.000 per liter. Kenaikan harga yang diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Sabtu (3/9/2022) pukul 13.30 WIB itu langsung diberlakukan satu jam kemudia.

Selain harga Pertalite, harga Bahan Bakar Minyak / BBM subsidi lainnya juga mengalami kenaikan. Harga Solar subsidi dari Rp 5.150 menjadi Rp 6.800 per liter dan Pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter.

“Yah kena prank juga, akhirnya harga Pertalite naik, wk wk wk…,” kata Mahardika, salah seorang warga Karanganyar, mengomentari kenaikan harga BBM subsidi, Minggu (4/9/2022).

Tiga hari sebelumnya, Kamis (1/9/2022), warga juga kena prank, kelakar. Rabu (31/8/2022) malam, antrian mobil dan sepeda motor mengular di sejumlah SPBU, untuk memnbeli BBM bersubsidi, Pertalite, Solar, dan Pertamax.

Namun mereka kecele, esuk paginya harga BBM subsidi tidak naik. Justru pemerintah menurunkan harga BBM nonsubsidi.

Ketika mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi, Sabtu (3/9/2022), Presiden Jokowi mengatakan, “Saat ini pemerintah membuat keputusan dalam situasi yang sulit.”

“Ini adalah pilihan terakhir pemerintah yaitu mengalihkan subsidi BBM sehingga harga beberapa jenis BBM akan mengalami penyesuaian,” ujar Presiden Jokowi dalam jumpa pers di Istana Merdeka.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, anggaran subsidi dan kompensasi energi akan kembali membengkak sebesar Rp 198 triliun, jika tidak ada kenaikan harga BBM Pertalite dan Solar.

Ia mengatakan, saat ini anggaran subsidi dan kompensasi energi untuk 2022 dipatok sebesar Rp 502,4 triliun. Angka itu sudah membengkak Rp 349,9 triliun dari anggaran semula sebesar Rp 152,1 triliun guna menahan kenaikan harga energi di masyarakat.

Namun, dengan kondisi berlanjutnya kenaikan harga minyak mentah dan pelemahan kurs rupiah, diperkirakan anggaran tersebut tidak akan cukup hingga akhir tahun. Terlebih, konsumsi Pertalite dan Solar diperkirakan akan melampaui kuota yang ditetapkan.

“Kami perkirakan subsidi itu harus tambah lagi, bahkan bisa mencapai Rp 198 triliun, menjadi di atas Rp 502,4 triliun. Jadi nambah, kalau kita tidak menaikkan (harga) BBM, kalau tidak dilakukan apa-apa, tidak ada pembatasan,” ujar Sri Mulyani.(***)

Editor : Vladimir Langgeng
Sumber :

Artikel Terkait