Ejekan Den Baguse Ngarso

28 Februari 2023, 08:12 WIB

Puncta 28.02.23

DALAM sebuah pementasan ketoprak, Den Baguse Ngarso, Sronto dan Kuriman “ngeledek” saya di atas panggung.

“Aku ki sering lhoo diajak Rama Joko makan di pastoran,” kata Den Baguse Ngarso membanggakan diri.

“Aku durung tahu je” (aku belum pernah lho), kata Sronto menimpali.

“Aku beritahu ya rahasianya rama-rama,” kata Den Baguse Ngarso.

“Rama Joko itu kalau caosan dhahar dari umat berupa ikan asin, sambel atau krupuk, doanya puuanjaaaaaaang sekali. ‘Kaya litani ora uwis-uwis.’ (Seperti doa litani gak selesai-selesai).

Tetapi kalau lauknya ayam dan sambel goreng ati, doanya itu hanya pendek, bikin tanda salib saja cepat sekali, kayak “nggusah laler” saja.” (kayak ngusir lalat saja).

“Selak ngelih ayake” (sudah lapar kali), sahut Kuriman.

“Ora! wedi nek ndhase pitik selak dipothel Rama Suprayitno,”
(Bukan, takut kepala ayamnya diambil dulu oleh Rama Suprayitno), jawab Den Baguse Ngarso disambut gelak tawa umat yang menonton.

Doa yang baik tidak tergantung dari panjang-pendeknya, juga bukan karena cepat-lambatnya doa diucapkan, seperti kilat menyambar.

Yesus berkata, “Dalam doamu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah.”

Orang mengira kalau doanya panjang akan dikabulkan, atau orang akan dinilai sebagai pendoa yang hebat karena kata-katanya meluncur bagai air bah datang.

Ibaratnya seperti orang yang baru pacaran, banyak kata-kata indah yang muncul untuk membuktikan cinta kepada pacarnya.

Tetapi kalau orang sudah semakin mengenal, saling mengasihi, biasanya kata-kata panjang tidak perlu lagi.

Masing-masing sudah saling mengetahui apa yang ada di dalam hati dan pikirannya. Mereka hanya duduk berdua sambil meremas tangan sudah jadi bahasa cinta yang indah.

Begitu pula Yesus mengajarkan bahwa doa bukan soal kata yang panjang-panjang karena Bapa sudah mengetahui apa yang kita perlukan sebelum kita meminta kepada-Nya.

Seperti suami istri yang saling mengasihi, tahu apa yang dipikirkan pasangan, demikian Bapa sudah tahu apa keperluan kita.

Yesus mengajarkan doa singkat yang penuh makna. “Doa Bapa Kami adalah doa yang sempurna,” kata St. Thomas Aquinas.

Doa Bapa Kami menunjukkan hubungan mesra antara kita dengan Allah yang boleh disapa sebagai Bapa. Doa ini adalah doa Gereja.

Doa inti yang menggambarkan kedekatan hati antara dua pribadi yang saling mengasihi.

Ada banyak unsur dalam doa Bapa Kami; bersyukur, memuliakan Allah, memohon untuk diri sendiri, tetapi juga membangun relasi dengan sesama.

Kalau doa kita kepada Tuhan baik dan benar, maka relasi dengan sesama juga akan baik.

Begitu pun kalau relasi kita dengan Tuhan tidak baik dan benar, hubungan dengan orang lain akan terpengaruh juga.

Jika kita sedang susah untuk berdoa, ucapkan saja doa wasiat Tuhan ini, doa Bapa Kami. Pasti kita akan diberkati.

Ada tamu namanya Pak Tadeus,
Datang jauh dari pedalaman Kalimantan.
Kalau kita sering berdoa kepada Yesus,
Tuhan akan beri berkat berkelimpahan.

Cawas, Terimakasih Pak Tadeus…
RD A Joko Purwanto Pr

Editor : Vladimir Langgeng
Sumber : sesawi.net

Artikel Terkait