Founder BPR Lestari Grup Alex Purnadi Chandra : BPR itu seperti Bunga yang Tumbuh Liar di Tepi Jalan

7 Oktober 2022, 06:13 WIB

LOKAWARTA.COM,SOLO-Permodalan yang tergolong kecil serta beroperasi sendiri-sendiri, ketinggalan tehnologi dan ketinggalan dalam kualitas SDM adalah masalah-masalah yang dihadapi lembaga keuangan saat ini, khususnya BPR.

Jika lembaga keuangan khususnya BPR ingin besar, kata Founder dan Chairman BPR Lestari Grup Alex Purnadi Chandra, ketiga persoalan itu harus diatasi.

Hal itu dikatakan saat menyampaikan materi berjudul The Way Forward Strategi Membesarkan Industri BPR di Era Digital dalam seminar yang digelar Paguyuban Pemegang Saham dan Komisaris (Pesakom) Soloraya, Rabu (5/10-2022)di Swiss Belinn Saripetojo Hotel,

Dikatakan, jumlah BPR di Indonesia sekitar 1.400 BPR, namun market share hanya 1,87% dan market share selama sepuluh tahun terakhir cenderung stagnan, cenderung tidak ada pertumbuhan.

Alex Purnadi Chandra, mengibaratkan, BPR itu seperti bunga yang tumbuh liar ditepi jalan, indah namun tidak ada yang merawatnya.

“Di era digital saat ini sudah saatnya BPR untuk tidak saling berkompetisi, namun harus saling berkolaborasi untuk membangun industri BPR yang kuat,” kata dia.

“Agar mampu bersaing di era digital salah satu strateginya adalah dengan menerapkan hybrid tehnologi yaitu memadukan human connectivity dan remote capability,” tandasnya.

Sedangkan pemateri kedua, Eko Suseno, lebih menekankan kesiapan pengurus BPR dalam menghadapi perubahan di era disruptif. Perubahan harus dilakukan secara bertahap dari hal-hal yang nampak kecil dan sepele.

“Perubahan tidak bisa dilakukan secara mendadak, namun harus step by step. Mulailah dengan mengoptimalkan media sosial untuk mendekatkan diri dengan calon nasabah,” ungkapnya.

Nova Hermawati dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo menekankan, perkembangan dan kinerja BPR dan BPRS di wilayah Soloraya.

” Kinerja keuangan BPR dan BPRS di Soloraya tahun ini mengalami peningkatan. Aset BPR Soloraya hingga bulan Agustus 2022 tumbuh positif,” kata dia yang memberikan apresiasi kepada Pesakom Soloraya yang telah mengadakan seminar menghadapi dan mengantisipasi era digitalisasi.

Ketua Pesakom Soloraya, Wymbo Widjaksono mengatakan, keberadaan Pesakom untuk memberi wadah bersilaturahmi dan berbagi pengalaman dan pengetahuan bagi para pemegang saham dan komisaris dalam rangka memajukan industri BPR/BPRS di Soloraya.(*)

Editor : Vladimir Langgeng
Sumber :

Artikel Terkait