Gandeng Diskumindag, Pertamina Tinjau Pangkalan LPG 3 Kg Di Sragen, Ini Hasilnya

3 Agustus 2023, 18:16 WIB

SRAGEN,LOKAWARTA.COM-Pertamina menggandeng Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Sragen meninjau sejumlah pangkalan LPG di kabupaten tersebut.

Peninjauan lapangan yang dilakukan Selasa (1/8/2023) tersebut untuk meningkatkan pengawasan dan memastikan ketersediaan stok LPG 3 kg bersubsidi.

Dalam peninjauan, Disperindag yang didampingi Sales Branch Manager (SBM) Rayon VII Yogyakarta, Hanif Pradipta itu mengunjungi dua pangkalan di Kecamatan Sragen Wetan serta melihat bahwa pasokan tersedia dan penyerapan atau pembelian dalam kondisi normal.

Kepala Diskumindag Sragen, Cosmas Edwi Yunanto mengatakan, sejauh ini stok tetap tersedia di lapangan serta antrian masyarakat kondusif. Dia berharap monitoring bersama itu bisa mengetahui potret di lapangan.

“Sehingga stok terjamin dan penyaluran LPG 3 kg bersubsidi pada masyarakat juga tidak mengalami hambatan,” ujar Cosmas, usai peninjauan.

Dalam kesempatan itu, Cosmas juga menghimbau masyarakat Sragen untuk tidak panic buying dan membeli LPG 3 kg sesuai kebutuhan, juga diharapkan kesadaran masyarakat bahwa LPG 3 kg bersubsidi hanya untuk masyarakat kurang mampu.

“Kami melihat dan bertanya kepada pangkalan dan konsumen bahwa tidak ada antrian dan LPG 3 kg masih tersedia di beberapa pangkalan dengan stok normal sehingga bisa dikatakan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ungkap Hanif.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk membeli LPG di pangkalan resmi yang sudah terjamin harganya sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh Surat Keputusan (SK) Gubernur. Apabila ada harga LPG di atas HET yang telah ditetapkan bukan dari lembaga penyalur resmi Pertamina,” tegas Hanif.

Pertamina juga mengajak masyarakat bersama mengawasi pendistribusian LPG bersubsidi agar LPG bersubsidi dapat benar-benar digunakan oleh masyarakat yang berhak.

“Apabila warga menemukan indikasi kecurangan, masyarakat dapat segera melaporkan kepada aparat penegak hukum, atau melalui PCC (Pertamina Call Center) 135,” tutup Hanif.

Editor : Vladimir Langgeng
Sumber :

Artikel Terkait