Harga Tiket Masuk ke Kawasan Pantai Baron, Kukup, Drini, dan lainnya di Gunung Kidul Naik, Segini Nilainya

21 Februari 2024, 19:42 WIB

SOLO,LOKAWAARTA.COM-Harga tiket ke destinasi wisata di kawasan Pantai Baron, Buluk, Ngrawe, Kukup, Porok, Nglolang, Sepanjang, Sanglen, Drini, Watukodok, Watubolong, Midodaren, Sarangan, Krakal, Slili, Sadranan, Ngandong, Sundak Barat, Sundak Timur, Somandeng, Trenggole, Pulangsawal, dan Watulawang naik.

Kenaikan harga tiket masuk dari Rp 10.000 menjadi Rp 15.000 itu diatur dalam Perda Gunungkidul  No. 9/2023 dan Perbup Gunungkidul No. 38/2023 yang berlaku mulai 1 Januari 2024.

Selain itu, harga tiket masuk di kawasan Pantai Wediombo, Jungwok, Greweng, Sedahan, Watulumbung, Ngobaran, Nguyahan, Ngrenehan, Widodaren, Torohudan, Timang, Gesing, Buron, Nguluran dan Wohkudu, Kesirat juga naik, yakni dari Rp 5.000 menjadi Rp 8.000.

Di kawasan Watugupit, Situs Gembirowati, Sendang Beji, Bukit Pengilon, Goa Langse dan Tapan juga naik dari harga tiketnya, yakni dari Rp 5.000 menjadi Rp 8.000.

Namun, kata Kabid Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul Supriyanta, tidak semua harga tiket masuk di kawasan wisata naik, ada yang tetap bahkan ada yang turun.

Ia mencontohkan, beberapa destinasi wisata atau objek wisata yang harga tiketnya tetap adalah kawasan Pantai Siung, Nglambor, Jogan, Ngedan, Butuh, Embung Srinten, dan Kalisuci senilai Rp 5.000. Kemudian, kawasan Gua Cerme dan Gunung Gambar Rp 3.000, kawasan Gua Pindul Rp 10.000, kawasan Gua Rancang Kencono, air terjun Sri Getuk, Gunung Api Purba dan Embung Nglanggeran Rp 2.000.

Sementara yang harga tiket masuknya turun adalah objek wisata di kawasan Poktunggal, Pantai Seruni dan Watunene, yakni dari Rp 10.000 menjadi Rp 8.000.

“Kenaikan harga tiket masuk itu per kawasan, bukan per pantai. Jadi, dengan tiket masuk seharga Rp 15.000 per orang, bisa keliling di 23 pantai sehari,” kata Supriyanta.

Hal itu dikatakan dalam Sosialisasi Retribusi Tempat Rekreasi, Pariwisata, dan Olahraga dengan para pelaku industri wisata Solo Raya, di Hotel Lor In, pada Selasa 20 Februari 2024.

“Kita melakukan sosialisasi retribusi tempat rekreasi di sini karena potensi wisatawan dari Solo dan sekitar yang berwisata ke Gunung Kidul cukup banyak,” kata Suprianta.

Salah satu pelaku bisnis pariwisata, Pri Siswanto, yang juga peserta sosiisasi berharap, kenaikan retribusi atau tarif atau harga tiket masuk kawasan wisata di Gunung Kidul hendaknya dibarengi dengan perbaikan infrastruktur, terutama jalan, serta fasilitas umum lainnya.

Sehingga para wisatawan merasa nyaman berwisata di Gunung Kidul yang belakangan ini berkembang sektor pariwisatanya,” kata mantan ketua Asita Solo Raya itu.(*)

Editor : Vladimir Langgeng
Sumber :

Artikel Terkait