Jabat Rektor UNSA, Astrid Widayani : Perguruan Tinggi Harus Memperkuat Kolaborasi

7 Februari 2023, 01:05 WIB

SOLO,LOKAWARTA.COM-Astrid Widayani turun gunung, dari semula Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Surakarta (YPTS) kini menjadi Rektor UNSA (Universitas Surakarta). Dalam berita acara yang ditandatangani Kamis (2/2/2023), Astrid menggantikan Arya Surendra.

Bagi Astrid Widayani, usia UNSA yang telah memasuki seperempat abad menjadi motivasi agar universitas yang dipimpinnya itu menjadi lebih berkembang dengan memperkuat kolaborasi hingga internasional.

Ia mengatakan di dunia institusi pendidikan usia 25 sampai 30 tahun itu tidak hanya dikenal publik kemudian dipercaya sebagai salah satu tempat untuk belajar di pendidikan tinggi, tapi sudah harus memperkuat kolaborasi dan kerja sama yang baik dengan semua stakeholder, pemerintah sampai ke tingkat internasional.

“Dengan pengalaman, kolaborasi, networking yang sudah saya bangun selama lima tahun terakhir sebagai ketua yayasan ini, menjadi momen bagus untuk mengimplementasikan semua yang menjadi visi misi sampai rencana strategi dan rencana operasional UNSA,” kata Astrid Widayani, Senin (6/2/2023).

Kolaborasi itu, lanjutnya, akan mengejar ketertinggalan UNSA jika dibandingkan dengan perguruan tinggi lainnya. Saat ini telah banyak kerjasama yang dijalin pihak UNSA dengan berbagai pihak.

“Kami kerja sama itu sudah banyak, baik secara lokal nasional maupun internasional. Nanti saya sebagai rektor lebih ke mengawal secara langsung, hadir dan juga memotivasi teman-teman yang ada di lembaga untuk tidak ketinggalan dengan kampus lain,” jelasnya.

Untuk sasaran jangka pendek, sebagai Rektor UNSA, Astrid Widayani akan meningkatkan kinerja perguruan tinggi swasta seperti ketentuan Lembaga Layanan (LL) Dikti.

“Kinerja PTS harus meningkat, tidak boleh ada yang merah, tidak boleh ada yang kosong di sistem. Kemudian kolom-kolom yang diminta di LL Dikti sebagai implementasi beberapa kebijakan seperti MBKM juga harus saya isi jadi itu yang menjadi sasaran terdekat selaku rektor,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan beberapa kampus di negara lain seperti Thailand dan Malaysia berbentuk pertukaran mahasiswa, dosen hingga staf. Astrid juga akan mendorong implementasi kolaborasi tersebut agar menjadi lebih optimal.

Astrid yang juga Sekretaris APTISI Jawa Tengah itu berencana akan membuat kegiatan international conference secara rutin di UNSA. Hal ini menjadi kemandirian UNSA untuk menyelenggarakan gelaran pendidikan tingkat internasional.

“Jadi biasanya kita menyelenggarakan conference bersama APTISI, belum mandiri. Jadi saya pingin mendorong UNSA secara mandiri lebih rutin menyelenggarakan kegiatan Tri Dharma, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat secara mandiri,” katanya.(*)

Editor : Vladimir Langgeng
Sumber :

Artikel Terkait