Kasih Ibu…

1 Januari 2023, 14:15 WIB

Puncta 01.01.23
HR. St. Maria Bunda Allah
Lukas 2: 16-21

KITA masih hapal dengan lagu yang diajarkan oleh bapak ibu guru kita. Lagu yang indah dan terus menggema. Lagu yang sarat dengan makna untuk selalu bersyukur atas cinta seorang ibu.

Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa.
Selalu memberi tak harap kembali bagai sang surya menyinari dunia.

Lagu itu selalu mengingatkan kita kepada ibu yang kasihnya tak pernah berkesudahan. Kasih ibu juga digambarkan dengan pepatah yang berbunyi, Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah.

Seperti jalan yang tidak ada putus-putusnya, begitulah kasih ibu tak ada habis-habisnya kepada anak-anaknya.

Tak akan terbalas oleh apa pun. Seorang anak bisa melupakan ibunya, tetapi seorang ibu tak akan pernah melupakan anaknya.

Kita semua punya ibu yang sangat mencintai dan siap berkorban bagi anak-anaknya. Pengorbanan ibu seperti mata air yang tak pernah kering. Ia terus menerus memberikan dirinya demi kebahagiaan anaknya.

Hari ini Gereja merayakan St. Maria Bunda Allah, tetapi juga bunda kita semua. Maria menjadi ibu bagi Kristus yang menebus dunia.

Maria melahirkan Yesus, Putera Allah yang menjadi manusia. Karena Kristus, kita juga diangkat menjadi putera Maria.

Seperti Kristus yang menyerahkan Maria kepada Yohanes, murid-Nya menjadi ibunya, ketika Dia tergantung di salib, demikianlah kita diserahkan Yesus kepada perlindungan Maria, bunda kita.

Kita boleh datang kepada Maria seperti para gembala yang datang menghadap Maria dan Yusuf di palungan.

Kapan saja kita bisa menjumpai Maria untuk bercerita, berkeluh kesah, bersyukur dan mengungkapkan segala beban hidup kita.

Maria akan menyimpan segala peristiwa hidup kita dan menghantarkannya kepada Kristus puteranya.

Per Mariam ad Iesum. Melalui Maria akan sampai kepada Yesus. Segala beban kehidupan, suka duka dan derita dapat kita sampaikan kepada Maria bunda kita. Kita pasti akan mendapat kelegaan.

Bunda Allah yang mahakuasa akan menolong dan mengabulkan doa-doa kita. Sebagaimana para gembala pulang dengan sukacita berjumpa dengan Keluarga Kudus di palungan, kita juga akan mengalami sukacita datang kepada Maria.

Kidungan lagu yang indah ini patut kita lambungkan kepada nama yang keramat itu.

Ya nama-Mu Maria, Bunda yang kucinta
Merdu menawan hati segala anak-Mu
Patutlah nama itu hidup di batinku
Dan nanti kuucapkan di saat ajalku.

Ya nama yang keramat, perisai hidupku
Dengan nama Maria, aku pasti menang
Patutlah nama itu hidup di batinku
Dan nanti kuucapkan di saat ajalku.

Bunda Maria doakanlah kami, anak-anakmu.

Menutup tahun ada kabar duka.
Paus Benediktus meninggal dunia.
Maria bunda kita semua.
Dialah teladan iman kita.

Cawas, 2023 datang penuh harapan

RD A Joko Purwanto Pr

Editor : Vladimir Langgeng
Sumber : sesawi.net

Artikel Terkait