Kinerja Pasar Modal Solo Raya : Investor Naik, Transaksi Turun

14 April 2023, 22:04 WIB

SOLO,LOKAWARTA.COM-457 kegiatan yang digelar BEI Jateng 2 sepanjang 2022 yang diikuti lebih dari 51 ribu peserta (mayoritas kaum milenial) tampaknya berdampak signifikan terhadap kinerja pasar modal di Solo Raya.

Jumlah investor Pasar Modal di Solo Raya di posisi Maret 2023 sampai 216.660 investor. Angka ini naik 7.994 investor dibanding posisi akhir tahun 2022 yang tercatat 208.666 investor.

Terus naiknya jumlah masyarakat yang berinvestasi di pasar modal, kata Kepala Kantor BEI Jateng 2, M Wira Adibrata, menunjukan minat masyarakat Solo Raya akan instrumen saham, reksadana dan obligasi semakin meningkat.

“Khususnya anak-anak muda usia 18-25 tahun dan usia produktif 31-40 memberikan kontribusi terbesar yakni 65 persen,” papar kata Bursa Efek Indonesia Jawa Tengah 2, M Wira Adibrata.

Hal itu dikatakan di sela buka bersama media, Rabu (12/4/2023). Buka bersama dalam media gathering itu diramaikan dengan fun game berupa belanja produk emiten di salah satu pusat perbelanjaan di Solo.

Meski jumlah investor naik cukup signifikan, lanjut Wira, dari sisi transaksi justru mengalami sedikit penurunan. Berdasarkan data dari BEI Jateng 2, nilai transaksi sepanjang 2022 mencapai Rp 28,3 triliun atau rata-rata transaksi bulanan di angka Rp 2,35 triliun.

Sementara nilai transaksi 2023 sampai Maret tercatat sebesar Rp 4,86 triliun atau rata-rata bulanan Rp 1,6 tiliun. Wira mengatakan penurunan transaksi dikarenakan kondisi ekonomi global yang belum kondusif dan kemudian berdampak kepada aktifitas investor asing di pasar modal.

IMG 20230414 215708

“Selain itu, isu resesi yang begitu gencar beberapa waktu lalu menjadikan para investor memilih untuk wait and see terlebih dahulu,” paparnya.

Penurunan nilai transaksi juga terlihat secara nasional, dimana rata-rata transaksi harian di Bursa Efek Indonesia yang sebelumya Rp 15 triliun per hari mulai 2023 menjadi Rp 11 triliun per hari. “Jadi ini bukan hanya terjadi di Solo Raya saja,” imbuhnya.

Meski demikian, Wira menilai naik turunya nilai transaksi adalah hal yang wajar di sebuah pasar. Ia mengatakan itu adalah respon pasar terhadap kondisi ekonomi baik global maupun nasional.

Terkait upaya BEI Jateng 2 untuk meningkatkan jumlah investor dan transaksi di Jateng 2, Wira mengaku telah menyusun beberapa planning kegiatan untuk mengenalkan pasar modal kepada generai-generasi muda dan juga program aktivasi bagi investor yang sudah masuk, namun kurang aktif dalam ber transaksi.

BEI Jateng 2 telah menyusun 609 kegiatan dengan target peserta mencapai 69.000 masyarakat umum. Dengan kegiatan dan dukungan dari berbagai stake holder BEI Jateng 2 optimistis 2023 jumlah investor akan terus naik dan tembus di angka 300 ribu investor.

“Kami terus gencar melakukan edukasi bersama OJK dan perusahan efek di Solo Raya ke berbagai kalangan masyarakat. Mulai dari pelajar, mahasiswa, penguasaha bahkan ke aparatur sipil negara,” paparnya.

Wira menambahkan, Pemkot Surakarta, melalui Tim Percepatan Ekonomi Daerah (TPAKD) Kota Surakarta, BEI dan OJK telah berkomitmen mengedukasi ASN dengan meluncurkan program Solo Ceria yaitu Solo Cerdas Investasi Amana.

Selain Pemkot Surakarta, Pemkab Karanganyar dan Pemkab Boyolali juga mendukung penuh upaya BEI Jateng 2 dalam melakukan edukasi pasar modal dan telah memasukan edukasi pasar modal ke dalam program TPAKD.(*)

Editor : Vladimir Langgeng
Sumber :

Artikel Terkait