Kredit Bermasalah Perbankan Di Solo Raya masih Tinggi, Segini Nilainya…

19 Juli 2023, 06:37 WIB

KARANGANYAR,LOKAWARTA.COM-Stabilitas perbankan di Solo Raya, berdasarkan data statistik keuangan hingga Mei 2023, tetap terjaga dan kinerja intermediasi tetap tumbuh secara year on year (yoy).

Aset naik 2,71 persen menjadi Rp113,48 triliun dan tredit tumbuh 4,89 persen menjadi Rp104,16 triliun. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat naik 0,17 persen menjadi Rp91,33 triliun dengan tabungan masih sebagai main driver.

“Likuiditas perbankan di Solo Raya hingga Mei 2023 masih terjaga dengan Long to Deposit Ratio (LDR) sebesar 114,05 persen,” kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo Eko Yunianto, Selasa (18/7/2023).

“Untuk risiko kredit tercermin dari rasio Non Performing Loan (NPL) sebesar 8,77 persen dengan nominal sebesar Rp9,13 triliun. Angka ini cenderung naik dari periode Desember 2022 dengan nominal sebesar Rp7,92 triliun atau 7,71 persen.”

Selain sektor perbankan, kondisi Industri Jasa Keuangan (IJK) di Solo Raya mencatat pertumbuhan positif sampai Mei 2023.

Ini tercermin dari pertumbuhan di masing-masing sektor industri keuangan dan secara keseluruhan stabilitas dan profil risiko sektor jasa keuangan Solo Raya tetap terjaga dengan likuiditas yang memadai.

Perkembangan Pasar Modal

Berdasarkan data posisi Mei 2023, perkembangan kinerja Pasar Modal di Solo Raya mengalami peningkatan secara mtm sebesar 6.460 SID (1,70 persen) dibanding Bulan April, dari 379.771 SID menjadi 386.231 SID.

Tren positif tersebut juga terlihat secara yoy selama 3 tahun terakhir. Jumlah SID mengalami peningkatan dari 183.331 SID pada Mei 2021 menjadi 313.528 SID pada Mei 2022 dan pada posisi Mei 2023 kembali meningkat menjadi 386.231 SID.

Selain itu secara ytd, SID di Solo Raya, meliputi SID Saham, SID Reksadana, SID SBN, dan SID E-BAE juga mengalami peningkatan, yakni 25.275 SID atau 7,00 persen

“Terdapat peningkatan nilai transaksi saham di Solo Raya sebesar Rp895,78 miliar (62,4 persen) pada Mei 2023 dibanding Bulan April, yakni dari Rp1,43 triliun menjadi Rp2,33 triliun,” kata Eko.

“Jika ditinjau secara tren tiga tahun berturut-turut dari 2021 hingga Mei 2023, nilai transaksi saham fluktuasi, dengan perhitungan secara ytd meningkat Rp419,09 miliar (21,94 persen) tapi secara yoy turun Rp43,00 miliar (-1,41 persen) dibanding Mei 2022.”(*)

Editor : Vladimir Langgeng
Sumber :

Artikel Terkait