Kurikulum Merdeka, Guru Tidak Bisa Mendikte Siswa

11 Desember 2022, 21:57 WIB

LOKAWARTA.COM,SOLO-Karakteristik Kurikulum Merdeka adalah peserta didik diberi kebebasan dalam mengembangkan bakat dalam proses pembelajaran.

Sehingga dalam proses pembelajaran tidak ada penekanan pada anak berdasar kemauan guru atau mendikte. Dan pembelajaran yang diajarkan hanya materi esensial saja.

Guru juga harus bisa memetakan cara belajar pada anak. Ada yang dengan cara kinestetik, visual, maupun audiovisual, sehingga akan tercapai profil pelajar Pancasila.

Kemudian untuk desain kurikulum merdeka terdapat 3 capaian. Pertama, capaian pembelajaran memetakan fase A bagi anak kelas 1 dan 2, fase B bagi anak kelas 3 dan 4, dan fase C bagi anak kelas 5 dan 6.

“Kedua adalah tujuan pembelajaran dan yang ketiga adalah alur tujuan pembelajaran,” kata Kepala SDN Sondakan Surakarta Prapti Handayani dalam Seminar Nasional dan Kuliah Umum di Megaland Hotel Solo (8/12/2022).

Seminar bertema “Transformasi Pendidikan Melalui Merdeka Mengajar di Era Digital” yang diselenggarakan Prodi PGSD Unisri Surakarta dan Himpunan Mahasiswa PGSD itu juga menghadirkan Prof Dr Harun Joko Prayitno, wakil rektor bidang akademi, riset, pengabdian, publikasi & HAKI UMS.

Sebelumnya, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno menjelaskan permasalahan para mahasiswa yang bingung setelah lulus. Dikatakan, dalam perguruan tinggi sebenarnya ada input, dimana mahasiswa berproses.

Dalam perkuliahan terdapat tatap muka, tugas mandiri, dan tugas terstruktur. “Sehingga ketika lulus dan menjadi pendidik maka diharapkan menjadi pendidik yang dewasa dan mandiri, jelasnya.

Dalam laporannya, ketua pelaksana Muhamad Faruq Hanafi mengatakan, seminar diikuti seluruh mahasiswa PGSD, mulai dari semester 1,3,5 hingga semester 7.

“Tujuan kegiatan ini untuk memperkaya ilmu, pengetahuan, serta memotivasi mahasiswa sebagai calon guru,” kata Faruq Hanafi.

Sementara itu dalam sambutannya, Wakil Dekan FKIP Unisri, Anggit Grahito Wicaksono mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan panitia dan melibatkan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti sampai disini tapi masih terus berlanjut demi kemajuan Prodi PGSD,” pungkasnya.(*)

Editor : Vladimir Langgeng
Sumber :

Artikel Terkait