Ngabuburit Demokrasi Hadirkan Sederet Pendatang Baru di Parlemen Solo

19 Maret 2024, 19:30 WIB

KARANGANYAR, LOKAWARTA.COM – Sederet pendatang baru di DPRD Kota Surakarta atau parlemen Solo membeberkan strategi kampanye pada Pilkada 2024 di acara Ngabuburit Demokrasi di Colomadu, Selasa (19/3/2024).

Acara “Ngabuburit Demokrasi : New Comers di Parlemen Solo, Menyala!” tersebut diinisiasi oleh Ketua KPU Solo 2019-2024 Nurul Sutarti sejak awal Maret 2024.

“Saya ingin menangkap momen saat Solo banyak new comer, penting untuk memahami mereka. Kita mau membuka audiensi yang mewakili sebagian masyarakat,” kata Nurul Sutarti saat berbincang dengan Lokawarta usai acara.

Pihaknya mengundang sejumlah tokoh yang meraih suara tinggi saat Pilkada 2024 serta mempunyai potensi besar untuk ditetapkan dan dilantik KPU.

Pertimbangan lain adalah, tidak ada gugatan dan tidak ada persoalan-persoalan dari Bawaslu yang terkait para tokoh yang diundang di acara tersebut.

“Selain itu, beberapa tokoh adalah petinggi partai. Yang bukan hanya Mbak Martuti dan Mas Kevin sedangkan yang lain Ketua DPD partai. Artinya selain mereka meraih suara terbanyak di partainya, juga punya kewenangan dengan posisi ketua partai,” urai Nurul Sutarti.

Adapun calon legislatif (caleg) perwakilan partai yang dihadirkan adalah Sri Martuti H (PKB) yang meraih 1.656 suara, Kevin Fabiano (PDIP) 3.901 suara, Sekar Tandjung (Golkar) 3.689 suara, Daryono (PKS) 3.292 suara, A Sapari (PAN) 2.963 suara, dan Sonny ST (PSI) 5.558 suara.

Hadir pula pengamat politik seperti Guru Besar UNS Prof Sunny Ummul Firdaus, Sosiolog UNS Akhmad Ramdhon, dan Ketua PWI Solo Anas Syahirul A.

“Ke depan, semoga ini jadi forum untuk menjembatani warga dengan anggota DPRD,” imbuh Nurul Sutarti.

Dalam kesempatan itu, para tokoh membeberkan strategi kampanye Pilkada 2024 yang ternyata berbeda-beda.

Sri Martuti H (PKB) menyasar ke anak-anak yatim piatu sehingga menarik simpati dari anak yatim yang sudah punya hak pilih atau keluarganya.

Daryono (PKS) menggunakan jalur budaya dan melakukan pendekatan ke grup-grup karawitan. Sementara A Sapari (PAN) kampanye dengan pendekatan kesehatan.

Di sisi lain, Sonny ST (PSI) memiliki loyalis dari kalangan ibu-ibu PKK terlebih sudah turun ke lapangan sejak 1,5 tahun sebelum kampanye.

“Apalagi jumlah DPT di Solo maupun secara nasional lebih banyak perempuan daripada laki-laki. Memang strategis juga masuk ke kalangan perempuan dan ibu-ibu,” jelas Nurul Sutarti.

Kevin Fabiano yang merupakan Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Solo yang langsung turun ke bawah sudah banyak dikenal di kalangan masyarakat kurang mampu.

“Mbak Sekar Tandjung selain mempunyai privilage sebagai putri Akbar Tandjung dan Nina Akbar Tandjung, fokus ke perempuan dan anak muda,” terang Nurul Sutarti.

Pihaknya menambahkan, strategi para caleg dengan segmen berbeda-beda tersebut menjadi signifikan ketika mereka sudah menjadi anggota dewan bisa melayani masyarakat dari kalangan yang berbeda.

Sementara itu Ketua PWI Solo Anas Syahirul mengaku merindukan oposisi yang cair dan counterpart oposisi di parlemen Solo.

“Saya berharap new comer ini sisi pragmatisnya lebih diturunkan dan sisi idealismenya lebih dikedepankan. Sehingga benar-benar metani dan mengkritisi kebijakan-kebijakan,” tutur Anas Syahirul.

“Bicara soal anak muda, sepertinya alamnya sedang memihak. Kalau dipetakan di legislatif biasanya anak muda dari garis keturunan, keluarga atau kekerabatan (anggota parlemen) secara riset 30 persen pasti jadi (anggota parlemen). Selain itu, yang aktif di sayap partai pasti berhasil (jadi anggota parlemen,” tutur Anas Syahirul.

Selain itu, Anas Syahirul berharap dari sederet tokoh tersebut muncul politisi muda yang menarik dari sisi perilaku, ide, dan kontrol sosial karena secara ekonomi dan literasi politik tidak masalah sehingga menjadi role model ke depannya.

Editor : Arumi Chan
Sumber :

Artikel Terkait