Pesan Blacius “Semar” Subono Sebelum Meninggal : Drajat Pangkat Kenaning Minggat, Bandha Donya Kenaning Lunga

12 Februari 2024, 09:11 WIB

“Dan ingat-ingatlah Durga, bahwa raga kenaning sirna, drajat pangkat kenaning minggat, bandha donya kenaning lunga. Karena nyawa ya mung gadhuhan, drajat pangkat mung sampiran, bandha donya hamung titipan.”

Itulah epilog Semar dalam drama tari bertajuk “Durga Mendhak, Sang Kala Sirna” yang dipentaskan dalam rangkaian kampanye Ganjar-Mahfud di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (10/2/2024).

Empu Teater dan purna tugas Dosen ISI Solo, Blacius Subono (70) yang berperan sebagai semar membacakan epilog dalam pentas drama tari yang juga dihadiri capres/cawapres Ganjar Pranomo dan Mahfud MD.

Wisanggeni, kami mandatkan kepadamu untuk memimpin bangsa ini. Tetuslah berjalan bersama gita jagat dan nurani rakyat. Wiwit kuncung tekan gelung. Hingga masa tuaku, aku akan mendukung mu. Hingga masa memutih rambutku, aku akan menggendongmu.

Tapi ingatlah selalu, agar jangan sampai lengah atau lupa setelahnya. Kewajibanmu adalah memayu hayuning bawana. Tuanmu adalah rakyat, dan jabatan setinggi apa pun hanyalah mandat. Selalu camkan pesan kami ini : bahwa separo kerusakan di dunia disebabkan oleh orang-orang yang merasa penting, separonya lagi akibat ulah orang yang serakah.

Mungkin itu adalah pesan terakhir yang disampaikan Blacius Sunono pada masyarakat. Usai menyampaikan pesan tersebut, dia wafat. Subono tiba-tiba terjatuh di pannggung pada saat penutupan, saat seremonial penyerahan wayang kepada Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, sekitar pukul 09.15 WIB.

Jiwanya sudah tak tertolong lagi ketika dilarikan ke Rumah Sakit dokter Moewardi Solo. Menurut keterangan sejumlah kolega, almarhum mempunyai riwayat penyakit jantung.

“Kami sungguh berduka dengan meninggalnya beliau, dia orang yang sangat baik. Semoga khusnul khotimah,” kata Ganjar Pranowo di rumah duka, Minggu (11/2/2024).

Ganjar mengatakan, Subono merupakan sosok seniman yang hebat. Selain itu, Subono merupakan seseorang yang memiliki prinsip baik.

“Seniman yang hebat tidak hanya nguri-uri kebudayaan tapi mengembangkan kepada masyarakat sangat baik, punya prinsip yang baik,” pungkasnya.(*)

Editor : Vladimir Langgeng
Sumber :

Artikel Terkait