Petugas SPBU Solo Raya Dilatih Padamkan Kebakaran

8 Juli 2024, 20:12 WIB

BOYOLALI,LOKAWARTA.COM-Guna meningkatkan tingkat kewaspadaan di SPBU, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) menggelar refreshment HSSE dan praktik pemadaman api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR), Brasto Galih Nugroho mengatakan, kegiatan yang diadakan di Aula Fuel Terminal Boyolali, Kamis (04/07/2024) itu bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan dan kewaspadaan akan bahaya yang dapat terjadi di SPBU.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dari kegiatan pelatihan keselamatan (safety training). Diharapkan melalui kegiatan ini dapat meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kesiapan SPBU dalam menghadapi situasi tanggap darurat terutama akibat kebakaran,” ujarnya dalam siaran pers.

Kegiatan diikuti 200 peserta, mulai dari manajer, pengawas, maupun operator di seluruh SPBU kabupaten / kota di Solo Raya, yakni Kabupaten Boyolali, Karanganyar, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, dan Kota Surakarta).

Kegiatan tersebut didukung tim Health, Safety, Security, & Environment (HSSE) Fuel Terminal Boyolali serta Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak & Gas (Hiswana Migas) Surakarta.

IMG 20240708 162113

Senior Supervisor I Fuel Receiver, Storage, & Distribution, Ganang Bagaswara mengatakan, dengan adanya kegiatan refreshment HSSE ini, diharapkan semua operator, pengawas, serta manajer SPBU di Solo Raya dapat menghadapi situasi tanggap darurat secara tepat, efektif, dan efisian.

“Sehingga dapat meminimalisir resiko baik secara ekonomi maupun memastikan keselamatan para pekerja di SPBU,” tandasnya.

Sebagai edukasi untuk masyarakat umum, kata dia, ketika terjadi situasi keadaan darurat baik itu di SPBU atau di lingkungan masyarakat, hal yang pertama dilakukan adalah jangan panik.

Apabila disekitar ada APAR, gunakan APAR ini untuk memadamkan api. Apabila tidak ada APAR, kita bisa menggunakan peralatan seadanya misalnya menggunakan kain basah untuk memadamkan api atau mulai mendinginkan dengan menyiramkan air.

“Selanjutnya bisa juga menelfon kepada instansj terkait misalnya Pemadam Kebakaran atau kontak telepon darurat di area masing masing,” tutup Ganang.(*)

Editor : Vladimir Langgeng
Sumber :

Artikel Terkait