Tolak Hasil Muskot Taekwondo, Gibran : Nanti Biar Diberesin

10 Mei 2023, 09:47 WIB

SOLO,LOKAWARTA.COM-Gibran Rakabuming Raka menolak hasil Musyawarah Kota Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (Muskot PBTI) Solo, setelah wali kota tersebut menerima laporan.

“Sudah, kemarin Pak Tanu yang melaporkan. Nanti biar diberesin, tenang saja,” ujar Gibran kepada sejumlah media, Selasa (9/5/2023).

“Ketuanya kudu anyar (baru). Saya tidak setuju kalau ketuanya itu,” tegas Gibran yang menaruh peduli dengan cabang olahraga tersebut.

Pihaknya juga menilai, proses pemilihan ketua PBTI Solo dalam muskot di Hotel Asia Solo, Minggu (7/5/2023) itu penuh kejanggalan.

“Pemilihan dari mana? La mbuh, tiba-tiba gawe muskot. Saya yakin masih banyak calon-calon yang lebih baik, lebih bagus juga. Aklamasi barang. Kayak tidak ada lainnya saja,” tandasnya.

Lebih lanjut Gibran mengatakan, tidak ada undangan untuk Dispora dan KONI untuk menghadiri muskot taekwondo tersebut.

“Kene ora diundang, ora di list, KONI juga. Belum mendengar masukan masukan dari dojang lain. Kemarin ada protes ibu-ibu dan bapak-bapak korban, masa yang dipilih dari dojang yang sama. Itu masalah etika,” tegasnya.

“Kemarin saya tidak setuju. Ketua Pengkot ya yang baru. Jangan sampai orang tua pada takut ya. Sudah ada kejadian seperti itu malah dijadikan ketua. Nanti saya urus keputusan dari KONI, komunikasi juga mas Alex (dari Pengprov PBTI Jateng).”

Gibran melanjutkan saat ini tugasnya mengawal anak-anak terutama korban pelecehan yang terjadi di dojang saat latihan taekwondo.

“Di saya selaku pribadi, bukan dari Pemkot. Sebagai salah satu orang tua yang anaknya pernah belajar taekwondo di dojang,” tuturnya.

Menurut Gibran, saat ini yang paling penting adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat. Kepercayaan orang tua yang anaknya berlatih Taekwondo.

“Sekarang tugasku mengawal anak-anak. Banyak lho yang menyekolahkan di situ. Ini tanggung jawab moral bukan masalah wali kota atau bukan. Says sebagai orang tua yang anaknya belajar Taekwondo,” kata Gibran.

Apakah akan ada pemilihan ulang? “Biar diurus KONI dan pemilik dojang. Intinya, kasus kemarin terus kita kembangkan. Soalnya korban bertambah. Ya memang (ketuanya) jangan itu,” tegasnya lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Minggu (7/5/2023), Muskot PBTI Solo berlangsung seru. Satu pleton anggota Dalmas Polresta Surakarta diterjunkan untuk mengantisipasi keamanan.

Tak puas dengan proses muskot dan merasa dimainkan, sejumlah dojang/peserta menyatakan “WO”. Diantaranya dojang PMS. Manahan, dan Unisri.

Di luar sidang, mereka menggelar aksi damai dengan berorasi dan membentangkan spanduk. Antara lain berbunyi “Pilih Pengurus yang Amanah”, ” Jaga Hirarki Taekeondo”, “Selamatkan Generasi Muda dari Predator Anak”, dan “Laksanakan Muskot Taekeondo dengan JUJUR”.

“Kita baru saja kena masalah, mestinya cooling down dululah, pengurus lama dibersihkan dulu, kita refres, dan kemudian cari pengurus yang benar-benar baru,” kata Tanu Kismanto dari dojang PMS, kepada sejumlah wartawan di luar arena muskot.

Meski demikian muskot taekwondo tetap berjalan dan Brillian Priliko dari dojang Red Wing Solo terpilih secara aklamasi sebagai ketua PBTI Solo.

Seperti diketahui, Muskot PBTI Solo menjadi perhatian masyarakat karena ketua lama Donny Susanto yang juga pelatih dan pemilik dojang kini ditahan polisi atas tuduhan pelecehan seksual.(*)

Editor : Vladimir Langgeng
Sumber :

Artikel Terkait