Walk Out dari Muskot Taekwondo Solo, Master Tanu : Mestinya Kita Memikirkan Organisasi, Bukan Cari Menang Sendiri

8 Mei 2023, 06:49 WIB

SOLO,LOKAWARTA.COM-Musyawarah kota Pengurus Besar Taekwondo Indonesia / Muskot PBTI Solo, Minggu (7/5/2023), berlangsung seru, ramai.

Kisruhnya muskot itu diawali dengan tidak diperbolehkannya sejumlah utusan masuk ke ruangan muskot yang digelar di. lantai 3 Hotel Asia Solo. itu. Padahal mereka membawa surat mandat dari dojang sebagai peserta. Di kubu lain diperbolehkan masuk ruangan.

Ramainya Muskot PBTI Solo terjadi hingga laporan pertanggungjawaban, pemilihan pimpinan sidang, pembahasan tata tertib sidang, dan penetapan calon ketua. Sampai akhirnya, tujuh dojang/peserta menyatakan “WO” karena merasa dicurangi. Diantaranya dojang PMS. Manahan, dan Unisri.

Di luar sidang, mereka menggelar aksi damai dengan berorasi dan membentangkan spanduk. Antara lain berbunyi “Pilih Pengurus yang Amanah”, ” Jaga Hirarki Taekeondo”, “Selamatkan Generasi Muda dari Predator Anak”, dan “Laksanakan Muskot Taekeondo dengan JUJUR”.

“Kita baru saja kena masalah, mestinya cooling down dululah, pengurus lama dibersihkan dulu, kita refres, dan kemudian cari pengurus yang benar-benar baru,” kata Tanu Kismanto dari dojang PMS, kepada sejumlah wartawan di luar arena muskot.

“Kita tahu, dojangnya sedang bermasalah sedang dipoliceline, kok pemiliknya jadi ketua. Mestinya dalam situasi sulit seperti ini, kita mengembalikan nama baik Taekwondo dulu, memikirkan prestasi, bukan cari menang sendiri,” kata master Tanu.

Sihono dari dojang Unisri menambahkan, Unisri berkepentingan menyelematkan Taekwondo Solo karena dojang Unisri bagian dari PBTI Solo. “Ingat, ada empat atlet atau mahasiswa Unisri yang memperkuat tim Taekwondo Solo di Porprov,” kata Sihono.

Dalam aksi tersebut, ada seorang ibu berteriak histeris. Dia yang dipanggil kanjeng Sri itu tak rela pengurus Taekwondo Solo dipimpin orang orang yang terlibat bermasalah yang ikut diselesaikan.

“Saya dan ibu-ibu lainnya mengikutkan anak-anak ke taewondo agar berprestasi, eh tahu-tahu kok disodomi sama predator yang mengaku pelatih,” kata kannjeng Sri yang meminta polisi mengusut tuntas kasus tersebut.

Sementara itu dalam muskot, Brillian Priliko dari dojang Red Wing Solo terpilih secara aklamasi untuk memimpin PBTI Solo. Sebelumnya, Brili adalah Wakil Sekretaris Umum Pengprov PBTI Jawa Tengah.

“Program jangka pendek tentunya melakukan pembenahan organisasi tawkwondo supaya masyarakat bisa kembali percaya dengan beladiri taekwondo lagi,” kata Brili.

Seperti diketahui, Muskot PBTI Solo menjadi perhatian masyarakat karena ketua lama Donny Susanto yang juga pelatih dan pemilik dojang kini ditahan polisi atas tuduhan pelecehan seksual.(*)

Editor : Vladimir Langgeng
Sumber :

Artikel Terkait